Friday
syoim sialan
Dia duduk dihadapanku. tertawa bersama teman-temannya. Kulitnya hitam, dari bibirnya yang sekso (seksi ndeso) terus mengeluarkan asap.
Sunday
Tiga Perempuan
Di sini aku mengenal 3 perempuan. Satu perempuan yang sengaja ku dekati dan dua perempuan lain yang coba mendekatiku. Ketiganya sungguh berbeda dalam banyak hal, tetapi ada satu kesamaan yang membuatku enggan untuk sekedar berbincang dengan mereka.
Perempuan yang kudekati sebenarnya biasa saja secara fisik, tetapi entah kenapa tiba-tiba aku jadi suka. Aku terus mencoba untuk menjadi sesuatu yang berarti buat dia. Kutempatkan dia di tempat yang istimewa di dalam hati dan pikiranku. Semakin lama aku semakin kecanduan akan dirinya. Hingga akhirnya kutahu kebenaran dari cerita yang sering temanku katakan. Dia tak lebih dari seorang pembohong besar, memyembunyikan sesuatu yang busuk dariku selama ini. Aku terluka dan kukatakan pada diriku sendiri bahwa dia tak bisa dipercaya. Aku menjadi enggan untuk berbicara dengannya dan perlahan kuhapus dia dari hati dan pikiranku.
Dua perempuan yang coba mendekatiku adalah sosok yang memang tidak pernah membuatku tertarik. Jika aku bersikap baik itu hanya karena aku hargai perasaannya, tetapi lagi-lagi keduanya membuatku enggan untuk sekedar berbicara karena keduanya tidak bisa di percaya. Dan parahnya salah satu dari dua perempuan itu sangat tidak tahu diri. Sudah kucoba tolak dengan baik-baik, dia masih saja mencoba mendekatiku dengan berbagai cara. Isyarat yang terus kuberikan bahwa aku tidak tertarik dengannya sepertinya tidak mempan. Aku tidak hanya enggan berbicara dengannya, aku menjadi jijik dan takut dengannya.
Kini, aku hanya ingin tidak lagi bertemu perempuan-perempuan seperti mereka...
Perempuan yang kudekati sebenarnya biasa saja secara fisik, tetapi entah kenapa tiba-tiba aku jadi suka. Aku terus mencoba untuk menjadi sesuatu yang berarti buat dia. Kutempatkan dia di tempat yang istimewa di dalam hati dan pikiranku. Semakin lama aku semakin kecanduan akan dirinya. Hingga akhirnya kutahu kebenaran dari cerita yang sering temanku katakan. Dia tak lebih dari seorang pembohong besar, memyembunyikan sesuatu yang busuk dariku selama ini. Aku terluka dan kukatakan pada diriku sendiri bahwa dia tak bisa dipercaya. Aku menjadi enggan untuk berbicara dengannya dan perlahan kuhapus dia dari hati dan pikiranku.
Dua perempuan yang coba mendekatiku adalah sosok yang memang tidak pernah membuatku tertarik. Jika aku bersikap baik itu hanya karena aku hargai perasaannya, tetapi lagi-lagi keduanya membuatku enggan untuk sekedar berbicara karena keduanya tidak bisa di percaya. Dan parahnya salah satu dari dua perempuan itu sangat tidak tahu diri. Sudah kucoba tolak dengan baik-baik, dia masih saja mencoba mendekatiku dengan berbagai cara. Isyarat yang terus kuberikan bahwa aku tidak tertarik dengannya sepertinya tidak mempan. Aku tidak hanya enggan berbicara dengannya, aku menjadi jijik dan takut dengannya.
Kini, aku hanya ingin tidak lagi bertemu perempuan-perempuan seperti mereka...
Saturday
Ambang batas
terpaksa menunggui malam,
mencumbui keheningan bersama bintang-bintang
dan suara penjaga malam
menanti embun pagi menyapa
dari perjalanan panjang
melewati hutan, gunung dan batu-batu,
juga cinta dan benci
sampai di sini, di tepi sebuah mimpi
***
Didalam binar-binar mata yang begitu indah
Tetapi, entah untuk siapa
Suatu ketika aku bertanya tentang binar-binar itu
diamnya tak bisa ku mengrti
yang kutahu esoknya dia berbeda
Cintakah dia...
atau sekedar berpura-pura
seperti yang lainnya
***
Kemudian, aku bermain bayang-bayang
jemari tangan dan sorot lampu belajar,
dalam dinding kamar, membentuk bayangan bayangan binatang
Aku bermain bayang-bayang karena aku takut kenyataan
***
Jam mahal tergelatak,
sorot lampu belajar masih terpaku diam,
kertas-kertas berserakan,
sebuah buku tulis trbuka,
diatasnya terbujur pena tumpul,
gelas kotor, piring kotor dan makanan basi,
satu lalat terbang kian kemari, menempel di sana sini.
Diluar senja telah lama pergi
Ditarik kereta mimpi,
diikat tangan dan kakinya hingga pagi.
Satu perempuan lagi telah pergi
menumpang kereta mimpi
mencumbui keheningan bersama bintang-bintang
dan suara penjaga malam
menanti embun pagi menyapa
dari perjalanan panjang
melewati hutan, gunung dan batu-batu,
juga cinta dan benci
sampai di sini, di tepi sebuah mimpi
***
Didalam binar-binar mata yang begitu indah
Tetapi, entah untuk siapa
Suatu ketika aku bertanya tentang binar-binar itu
diamnya tak bisa ku mengrti
yang kutahu esoknya dia berbeda
Cintakah dia...
atau sekedar berpura-pura
seperti yang lainnya
***
Kemudian, aku bermain bayang-bayang
jemari tangan dan sorot lampu belajar,
dalam dinding kamar, membentuk bayangan bayangan binatang
Aku bermain bayang-bayang karena aku takut kenyataan
***
Jam mahal tergelatak,
sorot lampu belajar masih terpaku diam,
kertas-kertas berserakan,
sebuah buku tulis trbuka,
diatasnya terbujur pena tumpul,
gelas kotor, piring kotor dan makanan basi,
satu lalat terbang kian kemari, menempel di sana sini.
Diluar senja telah lama pergi
Ditarik kereta mimpi,
diikat tangan dan kakinya hingga pagi.
Satu perempuan lagi telah pergi
menumpang kereta mimpi
Kabar dari langit
aku menerima kabar dari langit, malaikat sedang bekerja keras mencatat doa-doa para lelaki muda. Ini mengejutkan para malaikat, karena tidak biasanya banyak lelaki muda berdoa, mereka biasanya lebih banyak bekerja. Ini juga mengherankan para malaikat, karena doa yang diucapkan hampir semuanya sama. Yang pertama doa agar tidak mendapatkan mertua seperti emak (bajaj bajuri), dan yang kedua doa agar tidak mendapatkan istri se oon oneng. Para malaikat bingung dan kemudian memutuskan untuk menyuruh acara tersebut diakhiri. kemudian dirancanglah sebuah skenario untuk menghentikan acara tersebut.
kabar ini kuterima pada pukul satu malam, dari malaikat yang tidak menyebutkan identitasnya. Ketika kutanyakan 'apakah dalam mengambil keputusan itu mereka konsultasi dulu dengan tuhan' mereka menjawab 'Tuhan sedang enggan karena banyak manusia telah lupa, berlagak lupa dan berpura-pura'
kemudian kutanyakan lagi 'bukankah malaikat tidak punya hak untuk memutuskan sesuatu' Mereka menjawab 'itu dulu, kini kami telah memiliki hak itu, kami demo dan kemudian hak itu kami dapatkan, hak itu kami dapat dengan perjuangan' Aku bertanya lagi 'kalo gitu Tuhan plin plan dong' 'TIDAK' jawab mereka dengan marah "Tuhan tidak pernah plin-plan, Tuhan itu menghargai perjuangan, Tuhan itu senang dengan orang yang mau bangun malam" Kemudian mereka menarik kerah bajuku dan mengancam "sekali lagi kamu bilang Tuhan plin-plan, akan kucabut nyawamu dan kusiksa kamu dialam kubur hingga akhir jaman" Aku terkejut dan bangun kemudian mengambil air wudhu dan mohon ampun karena telah menganggap Tuhan plin-plan dan sedang mengajakku bermain-main dengan nasib.
Secara tak sengaja aku terlelap dan mendengar lagi kabar dari langit. Kali ini aku berbicara dengan ibuku, ia mengajariku banyak hal, ia berbicara tentang kehidupan, bercerita tentang bapak, katanya sekarang ia lebih lunak, lebih berkompromi bahkan katanya bapak kini lebih romantis. Aku tersenyum dan kukatakan aku nggak percaya jika bapak bisa romantis, lunak apalagi kompromi. Ibu menjawab hanya dengan tersenyum. Aku tahu ia bahagia disana dan kuharap memang demikian, aku akan selalu kirim doa untuk kalian.
Kudengar lagi kabar dari langit. Kali ini tentang dua malaikat . Malaikat pencatat amal baik dan amal buruk. Seperti biasanya pada malam minggu hanya malaikat pencatat amal buruk yang lebih banyak bekerja, mencatat dosa-dosa. Dan hanya malaikat yang satunya yang banyak memberiku kabar, masih tentang cinta dan bagaimana menjalani kehidupan.
Katanya cinta memang menjadikan kita sangat tidak rasional, tidak dewasa dan kekanak-kanakan. Cinta memang tidak akan membuat kita menjadi dewasa. Kita memang tidak harus selalu menjadi sosok yang dewasa, karena kedewasaan terkadang tidak indah. Saat terindah adalah saat kita menjadi anak-anak. Jadi tidak perlu dewasa untuk jatuh cinta, ikuti saja kata hati ketika sedang jatuh cinta. Katakan suka jika suka, jangan terus dikejar jika perasaan kita tidak berbalas. Jika itu kita lakukan, kita akan menjadi sosok yang menyebalkan, mungkin juga orang yang kita sukai akan memandang kita seperti virus yang harus dijauhi.
Kemudian malaikat yang satunya membentak kami, karena berbicara terlalu jauh. Dan ia juga mengingatkan malaikat pencatat amal baik untuk bekerja. Ada dua anak manusia yang berkomitmen. Komitmen adalah sebuah niat yang baik. Jika komitmen itu dijalankan ia akan menjadi amal yang baik. Komitmen adalah sesuatu yang mahal, sesuatu yang langkah, sesuatu yang sering hanya menjadi pembungkus kepura-puraan.
Setelah itu kami bercerita lagi. Kali ini ia mengatakan kepadaku untuk menjadi laki-laki yang tak takut menyeberangi lautan, berani memecahkan batu yang diam dan kalau bisa mengenggam dunia. Ya, mengenggam dunia. Bukan serakah atau tamak jika niat kita untuk memperbaiki keadaan. Bukan untuk mengumpulkan kekayaan.
Ia terus mengajariku tentang idealisme, tentang cita-cita, tentang tugas manusia dimuka bumi. Terkadang aku bosan mendengarnya, tetapi ia terus berbicara. Ia baru berhenti ketika kukatakan aku ingin ibuku kembali. Ia marah dan memaksaku berdiri. Ia membawaku terbang, ketempat yang indah, sepertinya ini surga. Ia menunjuk tempat itu dan mengatakan "apakah kamu tega mengeluarkan ibumu dari tempat itu dan membawa kembali ke dunia yang dipenuhi manusia-manusia serakah. Apakah kamu tega membiarkan ibumu mendengar berita-berita busuk dari mulut-mulut yang banyak bicara. Apakah kamu tega membiarkan ibumu bergaul dengan orang-orang yang setiap hari pekerjaannya hanya bergunjing" Aku diam saja, dan kemudian ia membawaku pergi dari tempat itu.
Aku kembali mengatakan padanya bahwa aku rindu ibuku. Ia menampar pipiku. Aku masih berteriak memanggil ibuku. Kemudian ia berubah wujud menyerupai bapakku. Aku diam. Ia berkata "jadilah laki-laki, taklukkan dunia, kejarlah mimpimu. Jika niat kamu mulia, semua yang kamu lakukan akan menjadi ibadah" Kemudian ia menghilang. Tinggalah aku dilangit sendirian, memandangi lampu jalan, menyusuri petak demi petak yang menyimpan harapan. Ketemui beberapa perempuan, kutatap matanya, kuberharap ada mata ibuku disana. Setiap sudut kudatangi, setiap petak kukelilingi, kumasuki setiap kamar perempuan, kupaksa mereka membuka mata. Tidak ada mata yang seperti mata ibuku, mata mereka tidak ada yang membuatku nyaman. Aku ingin mata seperti mata ibuku, mata yang membuatku kembali seperti anak-anak, mata yang membuatku nyaman meski tak banyak berkata-kata. Dimana mata itu.
Aku masih melayang dilangit, sesekali memanggil nama ibuku. Aku bertemu dengan malaikat israil, sang pencabut nyawa, ia sibuk sekali, karena setiap detik ada kematian. tidak ada yang bisa menghindar, tak seorangpun yang sanggup menahan, ia membawa kantung berisi roh-roh yang telah dicabut nyawanya dan tongkat kecil untuk menarik nyawa dari raga. Ia sangat tampan, sama ssekali tidak menyeramkan seperti yang kita takutkan. Ia sangat disiplin dan tak pernah lupa. Suatu saat dia akan menjumpai kita, mungkin malam ini, besok pagi, lusa atau dilain hari, dengan cara yang sama sekali tidak kita duga dia pasti datang, dan kita tidak pernah bisa menahannya meski hanya sebentar.
Aku masih melayang dilangit, masih sesekali memanggil nama ibuku. Aku tidak lagi bertemu dengan malaikat. Aku masih melayang dilangit, memanggil nama ibuku...
kembali aku menrima kabar dari langit. kali ini tentang bunga-bunga. Tuhan memintaku untuk mencintai bunga-bunga, yang harum baunya dan sedap di pandang mata. Bunga-bunga adalah harta dunia, darinya warna-warna lahir, darinya keindahan memiliki alasan untuk dinikmati. Karena bunga, dunia ini masih bertahan, menjadi tempat yang paling menyenangkan dan hampir semua orang enggan untuk meninggalkan dunia, karena memang dipenuhi bunga-bunga.
Bunga-bunga harus dijaga, jangan dibiarkan layu, jangan biarkan kelopaknya jatuh, jangan biarkan mahkotanya meluruh karena bunga adalah harta dunia. Biar ia tumbuh dan merasa aman, biarkan ia menjadi warna yang terus memberi kita keindahan.
kabar ini kuterima pada pukul satu malam, dari malaikat yang tidak menyebutkan identitasnya. Ketika kutanyakan 'apakah dalam mengambil keputusan itu mereka konsultasi dulu dengan tuhan' mereka menjawab 'Tuhan sedang enggan karena banyak manusia telah lupa, berlagak lupa dan berpura-pura'
kemudian kutanyakan lagi 'bukankah malaikat tidak punya hak untuk memutuskan sesuatu' Mereka menjawab 'itu dulu, kini kami telah memiliki hak itu, kami demo dan kemudian hak itu kami dapatkan, hak itu kami dapat dengan perjuangan' Aku bertanya lagi 'kalo gitu Tuhan plin plan dong' 'TIDAK' jawab mereka dengan marah "Tuhan tidak pernah plin-plan, Tuhan itu menghargai perjuangan, Tuhan itu senang dengan orang yang mau bangun malam" Kemudian mereka menarik kerah bajuku dan mengancam "sekali lagi kamu bilang Tuhan plin-plan, akan kucabut nyawamu dan kusiksa kamu dialam kubur hingga akhir jaman" Aku terkejut dan bangun kemudian mengambil air wudhu dan mohon ampun karena telah menganggap Tuhan plin-plan dan sedang mengajakku bermain-main dengan nasib.
Secara tak sengaja aku terlelap dan mendengar lagi kabar dari langit. Kali ini aku berbicara dengan ibuku, ia mengajariku banyak hal, ia berbicara tentang kehidupan, bercerita tentang bapak, katanya sekarang ia lebih lunak, lebih berkompromi bahkan katanya bapak kini lebih romantis. Aku tersenyum dan kukatakan aku nggak percaya jika bapak bisa romantis, lunak apalagi kompromi. Ibu menjawab hanya dengan tersenyum. Aku tahu ia bahagia disana dan kuharap memang demikian, aku akan selalu kirim doa untuk kalian.
Kudengar lagi kabar dari langit. Kali ini tentang dua malaikat . Malaikat pencatat amal baik dan amal buruk. Seperti biasanya pada malam minggu hanya malaikat pencatat amal buruk yang lebih banyak bekerja, mencatat dosa-dosa. Dan hanya malaikat yang satunya yang banyak memberiku kabar, masih tentang cinta dan bagaimana menjalani kehidupan.
Katanya cinta memang menjadikan kita sangat tidak rasional, tidak dewasa dan kekanak-kanakan. Cinta memang tidak akan membuat kita menjadi dewasa. Kita memang tidak harus selalu menjadi sosok yang dewasa, karena kedewasaan terkadang tidak indah. Saat terindah adalah saat kita menjadi anak-anak. Jadi tidak perlu dewasa untuk jatuh cinta, ikuti saja kata hati ketika sedang jatuh cinta. Katakan suka jika suka, jangan terus dikejar jika perasaan kita tidak berbalas. Jika itu kita lakukan, kita akan menjadi sosok yang menyebalkan, mungkin juga orang yang kita sukai akan memandang kita seperti virus yang harus dijauhi.
Kemudian malaikat yang satunya membentak kami, karena berbicara terlalu jauh. Dan ia juga mengingatkan malaikat pencatat amal baik untuk bekerja. Ada dua anak manusia yang berkomitmen. Komitmen adalah sebuah niat yang baik. Jika komitmen itu dijalankan ia akan menjadi amal yang baik. Komitmen adalah sesuatu yang mahal, sesuatu yang langkah, sesuatu yang sering hanya menjadi pembungkus kepura-puraan.
Setelah itu kami bercerita lagi. Kali ini ia mengatakan kepadaku untuk menjadi laki-laki yang tak takut menyeberangi lautan, berani memecahkan batu yang diam dan kalau bisa mengenggam dunia. Ya, mengenggam dunia. Bukan serakah atau tamak jika niat kita untuk memperbaiki keadaan. Bukan untuk mengumpulkan kekayaan.
Ia terus mengajariku tentang idealisme, tentang cita-cita, tentang tugas manusia dimuka bumi. Terkadang aku bosan mendengarnya, tetapi ia terus berbicara. Ia baru berhenti ketika kukatakan aku ingin ibuku kembali. Ia marah dan memaksaku berdiri. Ia membawaku terbang, ketempat yang indah, sepertinya ini surga. Ia menunjuk tempat itu dan mengatakan "apakah kamu tega mengeluarkan ibumu dari tempat itu dan membawa kembali ke dunia yang dipenuhi manusia-manusia serakah. Apakah kamu tega membiarkan ibumu mendengar berita-berita busuk dari mulut-mulut yang banyak bicara. Apakah kamu tega membiarkan ibumu bergaul dengan orang-orang yang setiap hari pekerjaannya hanya bergunjing" Aku diam saja, dan kemudian ia membawaku pergi dari tempat itu.
Aku kembali mengatakan padanya bahwa aku rindu ibuku. Ia menampar pipiku. Aku masih berteriak memanggil ibuku. Kemudian ia berubah wujud menyerupai bapakku. Aku diam. Ia berkata "jadilah laki-laki, taklukkan dunia, kejarlah mimpimu. Jika niat kamu mulia, semua yang kamu lakukan akan menjadi ibadah" Kemudian ia menghilang. Tinggalah aku dilangit sendirian, memandangi lampu jalan, menyusuri petak demi petak yang menyimpan harapan. Ketemui beberapa perempuan, kutatap matanya, kuberharap ada mata ibuku disana. Setiap sudut kudatangi, setiap petak kukelilingi, kumasuki setiap kamar perempuan, kupaksa mereka membuka mata. Tidak ada mata yang seperti mata ibuku, mata mereka tidak ada yang membuatku nyaman. Aku ingin mata seperti mata ibuku, mata yang membuatku kembali seperti anak-anak, mata yang membuatku nyaman meski tak banyak berkata-kata. Dimana mata itu.
Aku masih melayang dilangit, sesekali memanggil nama ibuku. Aku bertemu dengan malaikat israil, sang pencabut nyawa, ia sibuk sekali, karena setiap detik ada kematian. tidak ada yang bisa menghindar, tak seorangpun yang sanggup menahan, ia membawa kantung berisi roh-roh yang telah dicabut nyawanya dan tongkat kecil untuk menarik nyawa dari raga. Ia sangat tampan, sama ssekali tidak menyeramkan seperti yang kita takutkan. Ia sangat disiplin dan tak pernah lupa. Suatu saat dia akan menjumpai kita, mungkin malam ini, besok pagi, lusa atau dilain hari, dengan cara yang sama sekali tidak kita duga dia pasti datang, dan kita tidak pernah bisa menahannya meski hanya sebentar.
Aku masih melayang dilangit, masih sesekali memanggil nama ibuku. Aku tidak lagi bertemu dengan malaikat. Aku masih melayang dilangit, memanggil nama ibuku...
kembali aku menrima kabar dari langit. kali ini tentang bunga-bunga. Tuhan memintaku untuk mencintai bunga-bunga, yang harum baunya dan sedap di pandang mata. Bunga-bunga adalah harta dunia, darinya warna-warna lahir, darinya keindahan memiliki alasan untuk dinikmati. Karena bunga, dunia ini masih bertahan, menjadi tempat yang paling menyenangkan dan hampir semua orang enggan untuk meninggalkan dunia, karena memang dipenuhi bunga-bunga.
Bunga-bunga harus dijaga, jangan dibiarkan layu, jangan biarkan kelopaknya jatuh, jangan biarkan mahkotanya meluruh karena bunga adalah harta dunia. Biar ia tumbuh dan merasa aman, biarkan ia menjadi warna yang terus memberi kita keindahan.
Wednesday
Ahhhh....
Perut terasa tidak nyaman, rasanya ada yang ingin dikeluarkan, apalagi yang dibawah perut, rasanya terus tegang. Awan gelap, matahari tidur, langit mau runtuh. Pundak terasa berat, kaki enggan melangkah, mulut enggan terbuka, tangan-tangan tak lagi tengadah. Ahhhhh....
Monday
Ketika saya bikin tesis, ingat RUUPP
Ternyata tak semudah yang dibayangkan. Pada awalnya kupikir tidak terlalu sulit untuk menulis tesis, tetapi bayangan awal itu hilang ketika semua hal yang saya tulis harus didukung oleh pendapat orang lain yang lebih 'pakar'. Akhirnya menulis bukan lagi menjadi pekerjaan yang menyenangkan yang bisa melepaskan beban. Menulis justru membebani diri banyaknya bahan yang harus diacu. Barangkali memang disitulah letak kelebihan dunia ilmiah, hanya orang-orang yang punya kelebihan khusus yang mampu terus bertahan ada di sana. Harus terus menulis dengan berbagai aturan yang menurut saya tidak menyenangkan...
Bagaimana denga RUUPP yang serba kontroversial, apa ada kaitannya? Tentu saja ada jika kita mau mengkait-kaitkan. RUUPP adalah sesuatu yang harusnya tidak ada, pemerintah terlalu ingin mengatur hal-hal yang kecil sementara yang besar diabaikan. Hal ini yang terkadang terjadi juga di dunia ilmiah. Terkadang suatu penelitian yang baik dan akan memberi manfaat lebih besar akan dinilai lebih rendah hanya karena beberapa kaidah penulisan ilmiah tidak diikuti...Ah peraturan emang bikin repot saja.
Bagaimana denga RUUPP yang serba kontroversial, apa ada kaitannya? Tentu saja ada jika kita mau mengkait-kaitkan. RUUPP adalah sesuatu yang harusnya tidak ada, pemerintah terlalu ingin mengatur hal-hal yang kecil sementara yang besar diabaikan. Hal ini yang terkadang terjadi juga di dunia ilmiah. Terkadang suatu penelitian yang baik dan akan memberi manfaat lebih besar akan dinilai lebih rendah hanya karena beberapa kaidah penulisan ilmiah tidak diikuti...Ah peraturan emang bikin repot saja.
Sunday
diantara
kubuka kututup
semua serupa
tak menambah warna
hanya terus mengotori
kuhapus kuganti
hanya berupa wajah
dan senyum yang sedikit lebih indah
sekali kucoba dengan yang jauh
nampak berbeda
tetapi hanya sepandang mata
tak lebih dalam hal apapun
semua serupa
tak menambah warna
hanya terus mengotori
kuhapus kuganti
hanya berupa wajah
dan senyum yang sedikit lebih indah
sekali kucoba dengan yang jauh
nampak berbeda
tetapi hanya sepandang mata
tak lebih dalam hal apapun
Sungai Peluh
Hari telah larut, mereka pulang membawa sisa bekal tadi pagi. Tiba di rumah yang terletak di samping kali. Di seberang lampu masih nampak terang, dan terdengar musik hingar bingar, menemani tetesan peluh laki-laki kesepian dan perempuan yang tak lagi punya pilihan...
Saturday
Dunia mengambang
Apa lagi ini yang terjadi, dunia mengambang, pikiran melayang entah kemana dan perut masih saja ingin muntah. Siapa yang harus ditemui dan diajak bicara, semua sibuk dengan dunianya sendiri. Ah...bukankah itu gila jika kita memiliki dunia sendiri yang tak terjangkau orang lain. Tiba-tiba hidup ini terasa berat. Hidup terasa berat di dunia yang mengambang, pikiran masih terus melayang tetapi tak pernah mencapai tujuan...