Saturday

 

Ambang batas

terpaksa menunggui malam,
mencumbui keheningan bersama bintang-bintang
dan suara penjaga malam
menanti embun pagi menyapa
dari perjalanan panjang
melewati hutan, gunung dan batu-batu,
juga cinta dan benci
sampai di sini, di tepi sebuah mimpi
***
Didalam binar-binar mata yang begitu indah
Tetapi, entah untuk siapa
Suatu ketika aku bertanya tentang binar-binar itu
diamnya tak bisa ku mengrti
yang kutahu esoknya dia berbeda
Cintakah dia...
atau sekedar berpura-pura
seperti yang lainnya
***
Kemudian, aku bermain bayang-bayang
jemari tangan dan sorot lampu belajar,
dalam dinding kamar, membentuk bayangan bayangan binatang
Aku bermain bayang-bayang karena aku takut kenyataan
***
Jam mahal tergelatak,
sorot lampu belajar masih terpaku diam,
kertas-kertas berserakan,
sebuah buku tulis trbuka,
diatasnya terbujur pena tumpul,
gelas kotor, piring kotor dan makanan basi,
satu lalat terbang kian kemari, menempel di sana sini.
Diluar senja telah lama pergi
Ditarik kereta mimpi,
diikat tangan dan kakinya hingga pagi.
Satu perempuan lagi telah pergi
menumpang kereta mimpi

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?